Senin, 31 Oktober 2011

Pelatihan Pendidikan Karakter dan Bela Negara Peserta Beastudy Effort Angkatan ke 2 Tahun 2011

Pelatihan Pendidikan Karakter dan Bela Negara Peserta Beastudy Effort PT. Arutmin Kab. Kotabaru, Kab. Tanah Bumbu, dan Kab. Tanah Laut di Dodik Bela Negara di TNI-AD Rindam VI Mulawarman Kota Banjarbaru Angkatan Ke-2 Pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2011.... ini lah kegiatannya...

Suneo : 55
Peserta : Kekuatan

suneo ; Siapa Kita ?
Peserta : Effort....Effort...Effort... Yes..

jangan : Effrot... Effrot...effrot ... Jos.. hhehehe yang ini jangan di tiru ya...

selanjutnya..

Suneo : Disiplin ?
Pesrta ; Pasti !

Suneo : Tanggung Jawab ?
Peserta ; Apalagi !

Suneo : Rindam VI Mulawarman ?
Peserta : Memang Beda..... Luar biasa.... Eha 3x ... Yes...


itu lah yel-yel wajib tuk di jawab oleh semua peserta pelatihan ini....

BTw, hari pertama kita sampai terlambat dari yang lain maklum... Kotabaru kan paling jauh jaraknya...

setelah sampai di rindam Vi MLW, kita sudah di sambut oleh bapak-Bapak dan ibu Tentara maaf kalo nyebut Ibunya cuma satu kali...hehehe...

kita di bagikan kaos hijau berkerah merah yang ada logo Arutmin dan effortnya... serta selayer merah yang juga ada logonya yang harus di pakai setiap saat dan selayernya di ikat di leher.. jangan kenceng-kenceng ya ntar gak bisa napas hehehe...

setiap jad wal makan kita harus baris di depan kantin dan antri.. juga saat masuk pintu kita harus ucapkan kata " MaSUK....! " KEMUDIAN hORMAT lalu masuk kedalam mengambil makananya secara prasmanan... hati-hati ya frend ngambil makananya jgn lebih ntar kawan yg di belakang kada kebagian hehe....

sesudah di ambil kita harus meletakan piring yg sudah adamakananya dan minumannya di meja dan jangan duduk sebelum di meja kita ada 6 orang.. trus ada yg memimpin.. " Siap.. Grak, Hormat.. Grak, Tegap... Grak, Duduk !... eit..... jgn dimakan dulu yah.. sebelum semuanya ada di atas meja, peserta semuanya siap dan di pimpin oleh peserta yg juga katanta MenWa di kampusnya... " Siap grak...Sebelum makan Malam, Kita Berdoa... Berdoa Mulai... berdoa selesai... Istirahat di tempat grak... " Kita jawab.. Selamat makan... begitupun setelah makan.. cuma kita jawabnya... Terima kasih... hehehe

setiap mALAM ada piket jaga barak... setiap 1 jam gan ti....

oh ya di Barak kami emang banyak airnya cuma gayungnya sedikit jadinya setiap mau mandi pasti rebutan gayung hehe.. lucu ya hehe

setiap pagi jam 04.30 kita harus kelapangan dan memutari lapangan dengan berlari 2x keliling bersama 1 barisan semua Penghuni barak Penjaitan laki-laki semua kelompok A,B,C ato kami sebut Barisan LaS Kecap ABC hahaha..... hehe Cuma tau nama itu hehe... trus dilanjutkan senam pagi. tapi kayanya tu salah q usul namanya senam Subuuuh.... haha...kemudian harus Pus Up haha.lalu kembali tuk mandi dan solat juga siap2 ke kantin tuk makan pagi jam 06.00.

hati-hati ya... yang membawa kayu ndeso.... hahaha...

yang rame juga ada tuh yang namanya Caraka Malam Alias Jurik malam hehe jgn takut ya... kita akan di beri sebuah pesan yang harus di hapal dan di sampaikan ke tujuannya misalnya saya dari kelompok C harus sampai pesan ini lengkap kepada Bu heni yang cantik hehe dan tidak bocor. juga ada kata sandi ;

Suneo ; Wakil...
Peserta : Kucur, cucur, Lucur.. cur..cur.. pokoknya yg terkhirnya cur deh hehe yg penting kedengaranya cur hehe. ( Mestinya yang benar tu Kucur, tapi karena entah inovasi atau karena tidak ingat makanya para peserta sembarangan ngomongnya yang penting ada curnya ,, hahaha )

setelah itu ada panduan setelah jalan kita akan menemui tikunga... yaitu Kanan-Kiri-Kanan-Kanan-Kiri-Kanan setelah ketemu aspal selamat deh hehe tp jgn senang dulu... kita akan bertemu penjaga yang akan merayu (kusus Cwe) atau memaksa (kusus cwo) curang banget... heheh mereka akan minta kita tuk bocorkan atau memberi tahu isi berita kita.. jd jaga dengan sepenuh hati ya pesan rahasia kita.. stelah itu kita di jalan akan memenmui keaneha-keanehan.. seperti ada mayat bangun dari kuburean ( sebenarnya sih tu Orang Usil ) hehe..dan akan melewati kuburan dengan mengikuti tali rapia yang panjang.. hati-hati ya jgn kencang atau diraik ntar putus talinya.. bahaya.. bukan bahaya tuk kita tapi kawan yg di belakang bakal tersesat hehe.. eit jgn lupa waspadalah... waspadalah... ada pocong yg loncat, ada yang datang dari atas pohon dan ada pocong gaul heheh, kok pocong gaul... ya iya lah.. masa saat kita lewat tu pocong bilang.. eh Dude herlino.. ya q merasa terhina aja di bilang dude herlino emang aku artis apa... aku ni kan Afgan hahahaha..... tuh kan pocong tau dengan artis...

pokoknya rame banget dan sangat berkesan di diri kita... tapi sayang... cuma 3 hari... pengennya kegiatan ini satu minggu atau kalo perlu 1 bulan hehe agar membentuk karakter dan disiplin juga bela negara yang lebih tertanam.. salam ya wat semua instruktur dan Pelatih di sana ya Moohon maaf jika saya bayak membuat repot. hehe

hari terakhir hari yang rame bagt kita Out Bond... Auwooooo... hehe..

sekarang kita akan melihat Foto-Foto Kegiatan ini pokoknya lucu semua hehe silahkan melihat interaksinya.. monggo....










































































































Atau bisa juga lihat di facebook saya klik di link ini :

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.313492265333304.96306.100000176003211&type=3&l=bb75ca8f02

dan


http://www.facebook.com/media/set/?set=a.313801401969057.96366.100000176003211&type=1&l=29f07a7014

Minggu, 31 Juli 2011

Persaudaraan Suku Banjar dengan Suku Dayak

Perkawinan Sultan Banjar dengan Puteri-puteri Dayak
Dari tradisi lisan suku Dayak Ngaju dapat diketahui, isteri Raja Banjar pertama yang bernama Biang Lawai beretnis Dayak Ngaju. Sedangkan isteri kedua Raja Banjar pertama yang bernama Noorhayati, menurut tradisi lisan Suku Dayak Maanyan, berasal dari etnis mereka. Jadi perempuan Dayaklah yang menurunkan raja-raja Banjar yang pernah ada. Dalam Hikayat Banjar menyebutkan salah satu isteri Raja Banjar ketiga Sultan Hidayatullah juga puteri Dayak, yaitu puteri Khatib Banun, seorang tokoh Dayak Ngaju. Dari rahim putri ini lahir Marhum Panembahan yang kemudian naik tahta dengan gelar Sultan Mustainbillah. Putri Dayak berikutnya adalah isteri Raja Banjar kelima Sultan Inayatullah, yang melahirkan Raja Banjar ketujuh Sultan Agung. Dan Sultan Tamjidillah Al-Wazikoebillah (putera Sultan Muda Abdurrahman bin Sultan Adam) juga lahir dari seorang putri Dayak berdarah campuran Tionghoa yaitu Nyai Dawang (Norpikriadi, Putri Dayak di Tanah Banjar, Opini Banjarmasin Post Sabtu, 21 Januari 2006).
Sultan Muhammad Seman
Salah satu sayap militer Pangeran Antasari yang terkenal tangguh dan setia, adalah kelompok Suku Dayak Siang Murung dengan kepala sukunya Tumenggung Surapati. Hubungan kekerabatan sang pangeran melalui perkawinannya dengan Nyai Fatimah yang tak lain adalah saudara perempuan kepala suku mereka, Surapati. Dari puteri Dayak ini lahir Sultan Muhammad Seman yang kelak meneruskan perjuangan ayahnya sampai gugur oleh peluru Belanda tahun 1905. Dalam masa perjuangan tersebut, Muhammad Seman juga mengawini dua puteri Dayak dari Suku Dayak Ot Danum. Puteranya, Gusti Berakit, ketika tahun 1906 juga mengawini putri kepala suku Dayak yang tinggal di tepi sungai Tabalong. Sebagai wujud toleransi yang tinggi, ketika mertuanya meninggal, Sultan Muhammad Seman memprakarsai diselenggarakannya tiwah, yaitu upacara pemakaman secara adat Dayak (Norpikriadi, Putri Dayak di Tanah Banjar, Opini Banjarmasin Post, Sabtu 21 Januari 2006; Kaharingan).
Puteri Mayang Sari
Putri Mayang Sari yang berkuasa di Jaar-Singarasi, Kabupaten Barito Timur adalah puteri dari Raja Banjar Islam yang pertama (Sultan Suriansyah) dari isteri keduanya Norhayati yang berdarah Dayak, cucu Labai Lamiah tokoh Islam Dayak Maanyan. Walau Mayang Sari beragama Islam, dalam memimpin sangat kental dengan adat Dayak, senang turun lapangan mengunjungi perkampungan Dayak dan sangat memperhatikan keadilmakmuran masyarakat Dayak di masanya. Itu sebabnya ia sangat dihormati dan makamnya diabadikan dalam Rumah Adat Banjar di Jaar, kabupaten Barito Timur (Marko Mahin, 2005).
Perang Banjar
Eratnya persahabatan Banjar-Dayak, juga karena kedua suku ini terlibat persekutuan erat melawan Belanda dalam Perang Banjar. Setelah terdesak di Banjarmasin dan Martapura, Pangeran Antasari beserta pengikut dan keturunannya mengalihkan perlawanan ke daerah Hulu Sungai dan sepanjang sungai Barito sampai ke hulu Barito, dimana terdapat beragam etnis Dayak terlibat di dalamnya. Perang antara koalisi etnis Banjar bersama etnis Dayak di satu pihak versus Belanda dan antek-anteknya di pihak lain, sebagaimana watak peperangan pada umumnya, jauh lebih banyak duka daripada sukanya. Kedua suku serumpun ini sudah merasa bersaudara senasib sepenanggungan, dimana harta benda, jiwa raga, darah dan airmata sama-sama tumpah di tengah api perjuangan mengusir penjajah. Beberapa pahlawan perang Banjar dan perang Barito dari etnis Dayak :
• Tumenggung Surapati, meninggal 1904 dimakamkan di Puruk Cahu, Murung, Murung Raya
• Panglima Batur, dari suku Dayak Siang Murung dimakamkan di Komplek Makam Pangeran Antasari, Banjarmasin Utara, Banjarmasin
• Panglima Unggis, dimakamkan di Ketapang, Gunung Timang, Barito Utara
• Panglima Sogo, yang turut menenggelamkan kapal Onrust milik Belanda 26 Desember 1859 di Lewu Lutung Tuwur, makamnya di Malawaken, Teweh Tengah, Barito Utara.
• Panglima Batu Balot (Tumenggung Marha Lahew), panglima wanita yang pernah menyerang Fort Muara Teweh tahun 1864-1865, makamnya di desa Malawaken (Teluk Mayang), Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara.
• Panglima Wangkang dari suku Dayak Bakumpai di Marabahan, putera dari Damang Kendet dan ibunya wanita Banjar dari Amuntai
• Perang Montallat tahun 1861 juga menyebabkan gugurnya dua putera Ratu Zaleha yang dimakamkan di Majangkan, Gunung Timang, Barito Utara.
Dammung Sayu
Dammung Sayu merupakan seorang pemimpin masyarakat suku Dayak Maanyan Paju Sapuluh yang telah berjasa dalam membantu salah seorang kerabat raja Banjar yang bersembunyi di wilayahnya dari pengejaran pihak Belanda. Karena itu akhirnya Belanda membumihanguskan perkampungan suku ini yang terletak di Magantis, Dusun Timur, Barito Timur. Pihak kerajaan Banjar yang berjuang melawan penjajah Belanda mengangkat Dammung Sayu sebagai panglima dengan gelar Tumenggung dan memberikan seperangkat payung kuning dan perlengkapan kerajaan.
Sangiang
Toleransi antara suku Banjar dan Dayak, juga dapat dilihat dari sastera suci suku Dayak Ngaju, Panaturan. Digambarkan disana, Raja Banjar (Raja Maruhum) beserta Putri Dayak yang menjadi isterinya Nyai Siti Diang Lawai adalah bagian leluhur orang Dayak Ngaju. Bahkan mereka juga diproyeksikan sebagai sangiang (manusia illahi) yang tinggal di Lewu Tambak Raja, salah satu tempat di Lewu Sangiang (Perkampungan para Dewa). Karena Sang Raja beragama Islam maka disana disebutkan juga ada masjid.(Marko Mahin, Urang Banjar, 2005)
Balai Hakey
Secara sosiologis-antropologis antara etnis Banjar dan Dayak diibaratkan sebagai dangsanak tuha dan dangsanak anum (saudara tua dan muda). Urang Banjar yang lebih dahulu menjadi muslim disusul sebagian etnis Dayak yang bahakey (berislam), saling merasa dan menyebut yang lain sebagai saudara. Mereka tetap memelihara toleransi hingga kini. Tiap ada upacara ijambe, tewah dan sejenisnya, komunitas Dayak selalu menyediakan Balai Hakey, tempat orang muslim dipersilakan menyembelih dan memasak makanannya sendiri yang dihalalkan menurut keyakinan Islam.
Intingan dan Dayuhan
Toleransi antara suku Banjar dengan suku Dayak Bukit di pegunungan Meratus di daerah Tapin di Kalimantan Selatan, juga dapat dilihat pada mitologi suku bangsa tersebut. Dalam pandangan mereka, Urang Banjar adalah keturunan dari Intingan (Bambang Basiwara), yaitu dangsanak anum (adik) dari leluhur mereka yang bernama Dayuhan (Ayuhan). Meskipun kokoh dengan kepercayaan leluhur, suku Dayak Bukit selalu menziarahi Masjid Banua Halat yang menurut mitologi mereka dibangun oleh Intingan, ketika saudara leluhur mereka tersebut memeluk agama Islam (Norpikriadi,Putri Dayak di Tanah Banjar, Opini Banjarmasin Post, Sabtu 21 Januari 2006).

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN TAHUN 1432 H / 2011 M

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN
TAHUN 1432 H / 2011 M

UNTUK DAERAH KABUPATEN KOTABARU
MENURUT WAKTU INDONESIA BAGIAN TENGAH (WITA)


NO
TANGGAL HARI IMSAK SHUBUH SYURUQ ZHUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
HIJRIAH 1432 MASEHI 2011
1 1 Ramadhan 01 Agustus Senin 04 : 54 05 : 04 06 : 20 12 : 24 15 : 47 18 : 24 19 : 35
2 2 Ramadhan 02 Agustus Selasa 04 : 54 05 : 04 06 : 20 12 : 24 15 : 47 18 : 24 19 : 35
3 3 Ramadhan 03 Agustus Rabu 04 : 54 05 : 04 06 : 20 12 : 24 15 : 46 18 : 24 19 : 35
4 4 Ramadhan 04 Agustus Kamis 04 : 54 05 : 04 06 : 20 12 : 24 15 : 46 18 : 24 19 : 35
5 5 Ramadhan 05 Agustus Jum'at 04 : 54 05 : 04 06 : 20 12 : 24 15 : 46 18 : 24 19 : 35
6 6 Ramadhan 06 Agustus Sabtu 04 : 54 05 : 04 06 : 19 12 : 24 15 : 46 18 : 24 19 : 35
7 7 Ramadhan 07 Agustus Ahad 04 : 54 05 : 04 06 : 19 12 : 24 15 : 46 18 : 24 19 : 35
8 8 Ramadhan 08 Agustus Senin 04 : 54 05 : 04 06 : 19 12 : 23 15 : 45 18 : 24 19 : 35
9 9 Ramadhan 09 Agustus Selasa 04 : 54 05 : 04 06 : 19 12 : 23 15 : 45 18 : 24 19 : 34
10 10 Ramadhan 10 Agustus Rabu 04 : 54 05 : 04 06 : 19 12 : 23 15 : 45 18 : 24 19 : 34
11 11 Ramadhan 11 Agustus Kamis 04 : 54 05 : 04 06 : 18 12 : 23 15 : 44 18 : 23 19 : 34
12 12 Ramadhan 12 Agustus Jum'at 04 : 53 05 : 03 06 : 18 12 : 23 15 : 44 18 : 23 19 : 34
13 13 Ramadhan 13 Agustus Sabtu 04 : 53 05 : 03 06 : 18 12 : 23 15 : 44 18 : 23 19 : 34
14 14 Ramadhan 14 Agustus Ahad 04 : 53 05 : 03 06 : 18 12 : 22 15 : 43 18 : 23 19 : 33
15 15 Ramadhan 15 Agustus Senin 04 : 53 05 : 03 06 : 17 12 : 22 15 : 43 18 : 23 19 : 33
16 16 Ramadhan 16 Agustus Selasa 04 : 53 05 : 03 06 : 17 12 : 22 15 : 43 18 : 23 19 : 33
17 17 Ramadhan 17 Agustus Rabu 04 : 53 05 : 03
06 : 17 12 : 22 15 : 42 18 : 23 19 : 33
18 18 Ramadhan 18 Agustus Kamis 04 : 52 05 : 02 06 : 17 12 : 22 15 : 42 18 : 23 19 : 33
19 19 Ramadhan 19 Agustus Jum'at 04 : 52 05 : 02 06 : 16 12 : 21 15 : 41 18 : 23 19 : 32
20 20 Ramadhan 20 Agustus Sabtu 04 : 52 05 : 02 06 : 16 12 : 21 15 : 41 18 : 22 19 : 32
21 21 Ramadhan 21 Agustus Ahad 04 : 52 05 : 02 06 : 16 12 : 21 15 : 41 18 : 22 19 : 32
22 22 Ramadhan 22 Agustus Senin 04 : 52 05 : 02 06 : 15 12 : 21 15 : 40 18 : 22 19 : 32
23 23 Ramadhan 23 Agustus Selasa 04 : 51 05 : 01 06 : 15 12 : 20 15 : 40 18 : 22 19 : 31
24 24 Ramadhan 24 Agustus Rabu 04 : 51 05 : 01 06 : 15 12 : 20 15 : 39 18 : 22 19 : 31
25 25 Ramadhan 25 Agustus Kamis 04 : 51 05 : 01 06 : 14 12 : 20 15 : 39 18 : 21 19 : 31
26 26 Ramadhan 26 Agustus Jum'at 04 : 51 05 : 01 06 : 14 12 : 20 15 : 38 18 : 21 19 : 30
27 27 Ramadhan 27 Agustus Sabtu 04 : 50 05 : 00 06 : 14 12 : 19 15 : 37 18 : 21 19 : 30
28 28 Ramadhan 28 Agustus Ahad 04 : 50 05 : 00 06 : 13 12 : 19 15 : 37 18 : 21 19 : 30
29 29 Ramadhan 29 Agustus Senin 04 : 50 05 : 00 06 : 13 12 : 19 15 : 36 18 : 21 19 : 30
30 30 Ramadhan 30 Agustus Selasa 04 : 49 04 : 59 06 : 13 12 : 18 15 : 36 18 : 20 19 : 29

CATATAN :
PENETAPAN AWAL RAMADHAN DAN SYAWAL 1432 H.
MENUNGGU KEPUTUSAN PEMERINTAH RI (MENTERI AGAMA RI);


SUMBER : KEMENTERIAN AGAMA KANTOR KABUPATEN KOTABARU

CIVITAS AKADEMIKA STKIP PARIS BARANTAI KOTABARU
MENGUCAPKAN
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BULAN RAMADHAN 1432 H

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN TAHUN 1432 H / 2011 M